Video Game dan NFT Menjadi Bisnis Masa Depan

Daftar Isi & Table Content

Video Game dan NFT Menjadi Bisnis Masa Depan, nft bukan hanya lagi sekadar aset seni digital kedepanya, bisa meluas menjadi aset-aset penting lainya.

Beberapa bulan lalu ketika NFT booming, tiba-tiba semua karya digital dijadikan NFT dan dijual dengan harga gila-gilaan. Tapi setelah ledakan ini, tren NFT karya digital mereda, dan banyak yang berpendapat, masa depan NFT sepertinya tidak akan berada di dunia seni seperti perkiraan awalnya.
Awalnya, kemunculan NFT menghebohkan dunia seni digital karena sebelumnya, karya bisa dengan sangat mudah diduplikasi dan dibagikan secara tidak terbatas. Ketika karya Beeple terjual Maret kemarin dengan harga 69 juta dollar, seketika, semua orang ingin ikut berkecimpung di dunia NFT. Pasar karya seni digital pun banjir suplai. Pada puncaknya, volume trading NFT mingguan mencapai US$200 juta, meskipun kebanyakan didominasi NBA Top Shot. Tapi, penjualan mingguan kemudian turun hampir 90% di bulan Juni. Euforia pun meredup dan NFT tidak seheboh sebelumnya.

Harga karya Beeple di pasar sekunder bahkan sudah turun 90% dari puncaknya. Dengan harga yang semakin tidak masuk akal, semakin sedikit orang yang mampu membeli NFT, sedangkan suplainya membludak. Alhasil, belakangan pengaplikasian NFT pun meluas ke dunia video game berbasis blockchain, yang digadang-gadang malah akan menjadi masa depan NFT. Sebelumnya, kombinasi teknologi NFT dan game memang sudah terbukti sukses karena bisa menjangkau dan menarik minat lebih banyak pengguna. CryptoKitties contohnya. Disisi lain, banyak developer game populer yang sekarang menggratiskan game mereka, tapi menawarkan item-item personalisasi yang dapat dibeli. Model ini berhasil karena ternyata kebanyakan pemain rela membayar untuk item yang sebenarnya tidak berpengaruh pada game-nya.

Mengapa persilangan NFT dan video game bisa sukses? Karena industri video game sekarang sangat tersentralisasi. Di hampir semua game, data, aset, dan item yang dibeli dikendalikan oleh developer, dan pemain hanya dapat menggunakannya dalam game tersebut melalui satu akun. Senjata seharga US$500 yang dibeli di CounterStrike tidak dapat dipakai di World of Warcraft. Jadi, misalkan perusahaan developer tutup atau akun seorang pemain dihack, semua item digital yang sudah dibeli akan ikut hilang.

Sama halnya jika pemain bosan dan ingin pindah ke game baru, tidak ada item yang bisa dibawa ke game lainnya. Kehadiran NFT mengubah konsep ini. Tidak lagi menjadi milik ekosistem game, item sekarang sepenuhnya dimiliki pemain sebagai token NFT yang tercatat dalam blockchain, sehingga pemain juga dapat memperjualbelikannya di marketplace melalui mata uang kripto. Dengan konsep play-to-earn, game NFT juga membayar pemain untuk menyelesaikan quest dengan item NFT yang bisa diperjualbelikan. Jadi, semakin sering bermain, semakin banyak uang yang dihasilkan. Di negara berkembang seperti Filipina, game NFT sudah menjadi sumber pendapatan alternatif selama pandemi.

Salah satu game terpopuler adalah Axie Infinity, game mirip Pokemon yang Agustus kemarin menjadi game NFT Ethereum pertama dengan angka trading melampaui US$1 miliar melalui 4 juta transaksi. Harga token kripto AXIE pun belipat ganda dalam 2 bulan terakhir. Untuk memulai, pemain harus membentuk tim dengan membeli 3 axie. Setiap axie merupakan NFT tersendiri dengan keahlian berbeda yang akan bertarung melawan axie lainnya. Saat ini mereka diperjualbelikan mulai dari US$200. Meski awalnya mengeluarkan uang, pemain bisa menghasilkan uang dari pertarungan dan penjualan Axie atau item lainnya. Saking populernya, game ini sekarang memiliki sekitar 1 juta pengguna aktif harian. Melalui game, dunia blockchain menjadi lebih menyenangkan dan pemain bisa memiliki komunitas trading NFT tanpa perlu sepenuhnya mengerti konsep teknis. Kedepannya ketika dunia gaming sudah terdesentralisasi penuh, developer tidak bisa lagi mengatur kepemilikan dan perpindahan item lintas ekosistem.

Jadi kamu bisa saja mendarat di Fortnite, dan membawa senjata CounterStrike untuk melawan Axies. Ingat film Ready Player One? Ceritanya, di tahun 2045 semua orang sudah meninggalkan realita kehidupan mereka untuk hidup sepenuhnya di dunia virtual bernama Oasis, termasuk mencari nafkah karena uang yang dihasilkan bisa ditukar dengan uang asli di dunia nyata. Selamat datang di metaverse; konsep dunia virtual yang katanya merupakan bayangan masa depan kehidupan manusia. Meski rasanya kita masih jauh dari dunia seperti Oasis, nyatanya banyak yang percaya bahwa lama-kelamaan, kita akan mulai hidup dalam dunia virtual, terlebih dengan kemajuan teknologi AI dan juga VR. Contohnya NFT rumah virtual karya seniman Krista Kim, meski sekarang tidak bisa ditinggali, jika kedepannya manusia beneran hidup di dunia virtual, pembelinya nanti sudah punya rumah.

Nyatanya, seluruh industri ini memang sudah mulai mencoba mengimplementasikan NFT ke dunia digital mereka, dan alasannya jelas: model bisnis game NFT menjanjikan karena selain pemain yang rela membayar, mereka pun menganggapnya sebagai investasi. Di sisi lain, developer bisa terus untung dari pembayaran lisensi setiap transaksi NFT yang terus diperjualbelikan di marketplace berulang-ulang. Pergeseran ini pun tidak mengejutkan, mengingat konsep mengoleksi NFT karya digital semakin lama semakin tidak terjangkau, dan kegiatannya semakin terbatas pada jual beli saja. Ketika sudah dibeli pun, karyanya cuma bisa ditampilkan di layar.

Sedangkan dalam game, NFT menjadi menyenangkan, dan bisa diperjualbelikan di harga yang masih masuk akal, sehingga jangkauan partisipasinya lebih luas. Sebenarnya, menghabiskan uang untuk lahan virtual maupun karya Beeple memang terkesan gila, karena keduanya tidak memiliki fungsi nyata di dunia. Masih terlalu dini juga untuk membayangkan kehidupan yang sepenuhnya virtual, tapi memang, tidak sulit untuk melihat betapa realistisnya kemungkinan ini.

One Response

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Facebook
Twitter
LinkedIn
Telegram
WhatsApp
Categories

Free Tools To Use

Instant Article

Create Articles (as quick as lightning) In less than 1 minute 100% Unique and Fresh, Guaranteed to pass Plagiarism / Copyscape Safe for Adsense Blogs or any article content

Rewrite Article

With AGP Make 3,000 Words Pillar Articles + Only 5 Minutes. Rewrite Long Articles Immediately Fresh and Unique Pass Copyscape Safe for Adsense Blog