Teknologi Smart Contract Dalam Sistem Blockchain

Daftar Isi & Table Content

Smart Contract Dalam Sistem Blockchain Dapat Menjadi Solusi Memberantas Korupsi Di Indonesia

Ethereum adalah cryptocurrency dengan market cap terbesar kedua setelah Bitcoin. Dan kelebihan dari Ethereum ini adalah Ethereum memiliki kemampuan ‘kontrak cerdas’ atau biasa disebut ‘smart contract.’ Jadi, apa ‘smart contract’? Smart contract pertama kali dikenalkan pada tahun 1994 oleh Nick Szabo. Jadi, smart contract ini artinya adalah program komputer yang bertujuan untuk menjalankan kontrak secara otomatis.

Smart contract berjalan di jaringan blockchain sehingga mereka disimpan di database umum dan tidak dapat diubah. Transaksi yang terjadi dalam smart contract bersifat otomatis tanpa pihak ketiga seperti bank, pemerintah, pengacara, agen properti, dll. Salah satu contoh paling simple dari smart contract adalah Vending Machine atau mesin minuman. Kalau misalnya kita beli minuman di vending machine harus memasukan uang kertas 5.000 rupiah lalu kita pilih minuman yang kita mau, dan secara otomatis mesinnya akan mengeluarkan minuman yang kita pilih jika kita telah melakukan pembayaran.

Ini berbeda dengan ceritanya kalau kita beli minuman di toko atau di warung di mana saat kita membeli, terdapat penjual toko yang memeriksa pembayaran kita dan memberikan minumannya kepada kamu. Jadi, ingat ada pihak ketiganya. Kalau pakai vending machine, nggak ada pihak ketiga sama sekali. Cuma kamu bayar, langsung dapat minuman. Smart contract dalam vending machine inilah yang membuat tidak perlunya pihak ketiga dalam melakukan transaksi.

Di masa depan penggunaan pembayaran melalui ethereum ini juga akan semakin banyak dan penggunaannya akan bermacam-macam. Seperti misalnya, dalam proses pembelian rumah, kan biasanya kita ada penjual dan pembeli rumah. Tapi keduanya biasanya sama-sama ragu karena penjual rumah ragu-ragu melepaskan sertifikat rumah sebelum uangnya dapat, pembeli pun juga ragu-ragu membayarkan uangnya kalau belum dapat sertifikat rumahnya. Maka dari itu biasanya proses ini dibantu oleh pihak ketiga seperti bank, agen properti atau bahkan seperti kasus-kasus pembelian besar dibantu oleh pengacara.

Di masa depan dengan adanya smart contract ini suatu hari nanti saat mau membeli rumah, kita tidak perlu menggunakan pihak ketiga. karena uang yang dibayarkan dan sertifikat yang akan diberikan ke pembeli akan disimpan di dalam smart contract dan jika sudah divalidasi pembayaran dan sertifikatnya maka pembeli akan mendapatkan sertifikat rumah dan penjualnya pun akan mendapatkan pembayarannya. Jadi, antara pembeli dan penjual sama-sama happy dan tidak ada keraguan.

Jadi walaupun dalam perkembangannya saat ini smart contract masih memiliki beberapa kelemahan seperti:

Pertama : ketergantungan dengan programmer jadi kalau programernya ada salah kode bisa jadi ada kesalahan dalam smart contract.

Kedua : kontrak yang permanent dalam smart contract tidak bisa diubah sama sekali. Ini bisa jadi hal yang positif mau pun negatif. Namun saya yakin di masa mendatang smart contract ini akan berkembang menjadi teknologi yang keren banget karena bisa meningkatkan efisiensi, menurunkan harga transaksi, dan juga bisa menjadi solusi untuk tindakan korupsi, kolusi, dan pungutan liar dalam transaksi karena semuanya sudah diatur secara otomatis dalam hukum smart contract jadi tidak ada lagi yang namanya KKN. Jadi, tidak ada pihak ketiga yang memiliki kepentingan ikut campur tangan dalam transaksi jual-beli.

One Response

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Facebook
Twitter
LinkedIn
Telegram
WhatsApp
Categories

Free Tools To Use

Instant Article

Create Articles (as quick as lightning) In less than 1 minute 100% Unique and Fresh, Guaranteed to pass Plagiarism / Copyscape Safe for Adsense Blogs or any article content

Rewrite Article

With AGP Make 3,000 Words Pillar Articles + Only 5 Minutes. Rewrite Long Articles Immediately Fresh and Unique Pass Copyscape Safe for Adsense Blog