PIG BUTCHERING SCAM Cara Baru Menipu Melalui Aplikasi

Daftar Isi & Table Content

PIG BUTCHERING SCAM Cara Baru Menipu Melalui Aplikasi. Korbannya banyak banget. Dan bahkan si korban tidak merasa ketipu sampai benar-benar bangkrut total. Karena dibumbui dengan Romansa. Ini adalah social engineering tingkat dewa. Hipnotis atau gendam digital dalam era crypto currency.

PIG BUTCHERING SCAM Cara Baru Menipu Melalui Aplikasi
Apa Itu Pig Butchering Scam

Pig butchering scam adalah penipuan dengan bumbu Romansa, memanfaatkan social engineering yang awalnya berasal dari Cina. Di Cina sendiri disebut dengan sha zhu pan yang artinya jagal babi. Apa hubungannya sama babi? Jadi secara metafora, korban dianggap sebagai babi. Seperti di peternakan. Babi digendutin dulu dalam tanda kutip, sebelum nanti dijagal. Babi digendutin dengan dikasih relationship palsu. Seolah-olah jadi pacar virtual. Sampai babi atau korban benar-benar percaya. Setelah itu pelan-pelan dituntun untuk bisnis bareng, trading bareng, atau ikut ICO bareng misalnya. Intinya si korban diminta untuk mentransfer sejumlah uang. karena udah percaya. Si korban ya transfer uang. Dan sampai di sini si korban masih belum ngeh kalo lagi ketipu. Penipuan ini juga melibatkan aplikasi palsu, web palsu, broker palsu, mining pool palsu, bahkan perjudian.

Mereka adalah sindikat yang udah dilatih seperti seorang agen. Dengan berbagai pengetahuan tentang korbannya. Mulai dari bahasa, negara, budaya, bahkan gosip-gosip terbaru di tempat si korban. Mereka juga udah punya dalam tanda kutip sell script. Punya jawabannya kalau si korban tanya ini dan itu. Gimana cara biar korban percaya dan lain-lain. Sekali lagi, ini adalah social engineering yang dimainkan oleh sindikat kelas kakap. gimana taktiknya?

blog.sift.com
Taktik Para Penipu Apa Itu Pig Butchering Scam

Taktik para penipu Untuk menggiring korban terdiri dari empat fase.

4 Fase Pig Butchering Scam :
  1. Yang pertama presentasi. Penipu akan membuat profilnya semenarik mungkin. Sesukses mungkin. Seolah-olah seperti bisnismen mungkin kalau cowok. Yang cari relationship yang serius. Tapi mereka akan menghindari meeting atau live vidio chat dengan alasan sibuk atau malu. Biasanya kalau kita cowok, mereka akan dekati kita dengan profile yang cewek-cewek cantik. Kalau cewek, mungkin yang dipasang profilnya ya cowok-cowok macho yang kelihatan kaya. Mereka juga sering mendeskripsikan dengan punya pekerjaan yang mentereng. Seperti kerja di tambang minyak, dokter, dan lain-lain.
  2. Tahap yang kedua, grooming. Scamers akan kasih chat-chat romantis. Seperti aku suka kamu, kamu cantik, dan lain-lain. Sering ngirimin foto-foto, terutama foto-foto flexing. Misal, aku baru aja beli tas baru nih, atau mobil baru, rumah baru misal. Hingga kemudian si penipu ini mengenalkan pekerjaannya pada korban. Misal trading crypto. Si korban dibuat Gimana caranya agar tertarik mau belajar dan penasaran. Hingga nanti dibimbing untuk deposit. Bahkan disuruh untuk mengajak anggota keluarga yang lain. Mereka juga Mulai deklarasikan cintanya ke korban dan meminta foto-foto yang lebih intim.
  3. Tahap yang ketiga, pressure tactics. Scamers atau penipu akan mulai menekan korban untuk deposit lebih banyak. Misal dengan iming-iming profit lebih tinggi, ada kesempatan terbatas, investasi baru, dan lain-lain. Kalau tidak mau, scamers jalan pintasnya bisa mengancam dengan foto intim yang tadi disebarluaskan. Atau sekedar suruh ajak keluarga yang lain.
  4. Fase yang berikutnya adalah fase cutting off. Akhirnya si korban minta uangnya kembali. Si penipu mungkin setuju mengembalikan atau mungkin kita mau withdraw dari satu aplikasi tertentu. Tapi waktu kita mau withdraw, mereka minta biaya tambahan. Misalnya pajak, biaya dokumen, dan lain-lain. Korban yang ingin uangnya kembali, mentransfer uang untuk keperluan pajak dalam tanda kutip itu. Tapi uang juga tidak kunjung balik. Si penipu akan menggunakan alasan lain. Seperti Bea Cukai misalnya, biaya legal, pengacara, dan lain-lain. Hingga si korban benar-benar kehabisan uang. Bila si korban udah dijagal habis, penipu akan memutus komunikasi.

Sampai di sini baru sadar kalau udah ketipu. Teman-teman harus tahu redflag-nya ya. Sebelum ketipu dengan skema jagal babi. Buat temen-temen yang sering main tinder, Tantan, atau aplikasi-aplikasi pencari jodoh yang lain, dari massanger lain, atau dari game mungkin. Harus tahu redflag ini. Meski kadang tidak melulu di aplikasi mencari jodoh. Tapi juga bisa di Facebook, Instagram, telegram, bahkan Twitter. Redflag-nya ini.

10 Redflag Yang Harus Kalian Tahu
  1. Profilnya biasanya foto cewek atau cowok cakep. Biasanya orang Cina.
  2. Yang kedua, pekerjaannya mentereng. Ada di luar negeri.
  3. Redflag yang ketiga, selalu nolak video call.
  4. Yang keempat, cerewet di chat. Dalam artian Talkative.
  5. Yang kelima, mulai berani minta tuker-tukeran foto intim.
  6. Yang keenam, sering kasih pujian, sanjungan, dan lain-lain.
  7. Yang ketujuh, ciri-ciri utama nih. Mulai ngomong tentang investasi, Crypto, Forex, MT5, cuan, dan lain-lain.
  8. Yang ke-delapan, mau ajarin trading katanya.
  9. Yang ke-9, kasih janji palsu. Jadi miliarder, cuan 100%, kesempatan terbatas, dan lain-lain.
  10. Yang ke-10, kirim foto Flexing. Tapi rata-rata cuma gambar produknya aja. Nah, ini nih yang nambah-nambahin branding buruk ke crypto. Ada shitcoin ada, ada crypto yang dibanding dengan anak bangsa yang ujungnya scam. Ada Luna UST, dan sekarang ada pig butchering rasa crypto.

Berdasarkan data chainalysis di tahun 2021 aja, kerugian korban mencapai 7,7 Milyar Dollar. Termasuk di antaranya melalui modus Pig butchering scam ini. Awalnya para pelaku akan menyuruh kita untuk daftar ke exchange crypto yang legitimate. Misalnya coinbase, Binance, crypto.com, Huobi, dan lain-lain. Setelah itu, mereka suruh kita untuk withdraw dan mendepositkan ke exchange crypto palsu dengan berbagai macam alasan. Misalnya trade fee-nya mungkin lebih murah, ada keuntungan lebih banyak, ada ICO, ada robot, dan lain-lain.

Hati-hati teman-teman kalau aplikasi yang kita Download manual dari file APK. Dan kalau bisa, jangan percaya siapapun. Jangan gampang-gampang transfer ke orang lain. Apalagi, kita belum pernah ketemu face-to-face dengan orangnya.

Kemudahan transfer aset crypto sekarang membuat skema penipuan jagal babi jadi terfasilitasi. Korbannya biasanya adalah orang-orang muda. Bahkan dengan tingkat pendidikan yang tinggi. Atau orang-orang yang usia senior yang mungkin haus relationship. Korban gak bisa melapor karena si pelaku ada entah ada di mana. Dan biasanya Mereka malu. Yang penting adalah gimana caranya kita menghindari scamers ini dari awal.

Cara Untuk Menghindari Scamers Dari Awal :
  1. Yang pertama, lebih baik jangan pakai aplikasi dating app. Karena para pelaku penipuan banyak melakukan scam dan mining user dari aplikasi dating app. Seperti tinder, Tantan, dan lain-lain. Orang yang lagi galau, yang lagi haus relationship paling gampang untuk ditipu. Apalagi kalau korban punya banyak duit dan si penipu cantik dan cakep. Berdasarkan penelitian di tahun 2018. Satu dari tujuh akun di aplikasi Dating itu palsu. Dan mungkin sekarang jadi lebih banyak. Tapi tidak terbatas dari aplikasi dating app aja ya. Mereka juga bisa pakai aplikasi lain. Seperti Instagram, Facebook, dan telegram.
  2. Yang kedua, lebih baik kita abaikan pesan dari orang tak dikenal. Karena para tim profesional scamers ini cari korban untuk dijagal secara random. Pasti kan temen-temen pernah tiba-tiba di WA orang tak dikenal. Di message, di telegram, di IG, dan lain-lain.
  3. Yang ketiga, jangan mau diajak-ajak investasi. Apalagi sama orang yang tidak dikenal. Yang indah dari dulu ya saya ingatin. Jangan gampang-gampang setor duit ke orang lain. Sekali klik, itu uang bisa hilang untuk selamanya. untuk cek kita ini lagi diarahkan ke website scam atau tidak. Teman-teman bisa cek ke website Globalantiscam.org. Ini adalah database website, exchange, atau broker scam.
  4. Kemudian yang keempat, tidak ada cewek atau cowok cakep nganggur di aplikasi Dating atau malah sibuk DM-in orang-orang. tidak ada ceritanya kayak gitu. Jangan konyol dan jangan mimpi di siang bolong.
  5. Yang kelima, saya sarankan teman-teman cari second opinion. Cari pendapat ke teman lain yang mungkin punya pemikiran yang lebih clear. Jangan buru-buru percaya sama orang, apalagi gampang jatuh cinta sama orang.

Seluruh isi Artikel ini Saya kutip langsung dari YT Angga Andinata terimakasih untuk infonya semoga teman-temen bisa lebih berhati-hati dengan penipuan online ini, saya pernah membahas artikel tentang apakah dengan kemajuan teknologi data kita benar-benar aman, mungkin itu juga bisa kalian baca.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Facebook
Twitter
LinkedIn
Telegram
WhatsApp
Categories

Free Tools To Use

Instant Article

Create Articles (as quick as lightning) In less than 1 minute 100% Unique and Fresh, Guaranteed to pass Plagiarism / Copyscape Safe for Adsense Blogs or any article content

Rewrite Article

With AGP Make 3,000 Words Pillar Articles + Only 5 Minutes. Rewrite Long Articles Immediately Fresh and Unique Pass Copyscape Safe for Adsense Blog