Kenapa Startup Wajib DI Invest

Daftar Isi & Table Content

Padalah BAKAR UANG TERUS – Kenapa Startup WAJIB Di-Invest?

Kenapa sih startup-startup di dunia itu butuh di-invest sampai jutaan dolar, puluhan juta dolar? Padahal mereka burning money, dan kenapa investor tuh mau. Kebanyakan startup di dunia itu gagal. Dan banyak banget VC atau Venture Capital– investor itu tahu, dan mereka tahu, mereka siap kehilangan uangnya.

Tapi kenapa startup butuh di-invest oleh VC? Ini juga casenya ada 20 tahun yang lalu, Masayoshi Son di SoftBank. Dia invest ke Alibaba senilai $20 juta sekarang jadi $50 milyar. 2000 kali lipat kurang dari 20 tahun. Nah itu sebenarnya kasus-kasus dimana investment di startup sama startup burning money akhirnya sukses. Oke mulai dari segmen 1. Kenapa startup butuh di-invest? Kenyataannya, kalau kita lihat semua perusahaan-perusahaan raksasa tech di dunia– Google, Facebook, Amazon, nggak mungkin bisa jadi sekarang kalau misalnya mereka nggak di-invest. Mereka tuh ada istilah, “They Must be venture funded”, atau nggak mereka nggak bakal bisa jadi tahap mereka sekarang. Cuma kenyataannya gini, kita harus bedain dulu, kenapa ada namanya venture backable startup atau business dibanding small business? Kenapa startup butuh di-invest? Karena startup tuh diekspektasi untuk scale. Scale itu mungkin bahasanya– yang ngebedain dari small business, small business bisa grow. Oke grow dikit, grow dikit, grow dikit. Tapi startup dengan teknologi, punya potensi untuk scale berapa puluh kali lipat, berapa ratus kali lipat, bahkan beribu-ribu kali lipat dalam tahun-tahun mendatang. Dan kenapa kebanyakan startup itu konotasinya menggunakan teknologi? Karena teknologi salah satunya cara untuk kita bisa scale. Simpelnya pas Instagram punya jutaan user, dia cuma karyawannya belasan. Nah premis dari kenapa startup itu butuh venture funded, mereka tuh diexpect– walaupun nggak profitable, mereka burning money, harus jadi nomor 1 dulu.

Mereka di-expect untuk grow secara top line. Jadi di dunia bisnis tuh ada namanya top line, bottom line. Top line itu yang kelihatan di atas, misalnya revenue, jumlah user, dan lain-lain. Bottom line itu yang– setelah dikurangin cost cost dan lain-lain, profitable atau nggak? Dia nggak perlu bottom line-nya profitable di tahun-tahun pertama. Karena startup diekspektasi untuk dominate dulu. Menjadi nomor 1 dulu, make sure kaya kompetitor-kompetitor lain tuh ketinggalan, biar semua bisnis atau startup yang udah nomor 1, pasti ke depannya bisa profitable Itu salah satu permisnya juga kenapa startup harus bakar duit kenceng-kencengan, biar dia di depan dulu.

Kalo dia udah di depan, barulah dia mikirin cara profitable. Nah sekarang dari perspektif VC atau investor. Coinbase di-invest $300.000 jadi $2 billion, itu tuh ada tahap-tahap investment-nya. Dari seed funding, seri A, seri B, seri C, seri D, sampe nggak tahu sampe seri Z. Jadi seri-seri funding ini tergantung dari fase startup-nya di mana. Semakin early– semakin awal startup-nya, semakin gede risiko dia buat gagal. Makanya orang yang invest di awal banget di sebuah startup, itu punya potensi buat return paling gede. Tapi at the same time, punya potensi gagal atau kehilangan duitnya paling gede juga. Dan investor-investor hebat atau experienced investor, mereka tahu bahwa most startup will fail. Nah mungkin dari sini kita udah kepikiran kayak, ‘Wih menarik banget nih’, ‘Apa coba bikin startup’, ‘Apa coba bikin– cari investor’ biar bisa company-nya gede banget.

Kita sebagai entrepreneur, kerja mati-matian. Tiap hari, tiap minggu, bertahun-tahun, tapi yang invest duit, malah mereka nggak ngapa-ngapain mereka dapat duit paling gede. Tapi harus diinget juga, mereka taro uang– yang kadang bukan uang mereka Jadi kalau Venture Capital atau VC, mereka tuh sama kayak sebuah badan, institusi, dimana mereka raise fund dari orang– namanya LP, Limited Partner. LP-LP ini taruh duit ke dia, dimana VC ini mengelola uang untuk invest ke startup startup. Dan LP-LP ini tuh bayar sekitar 2% per tahun management fee, sama nanti kalau misalnya VC-nya dapat profit, VC-nya juga dapat.

Lalu ada juga jenis investor yaitu Angel Investor. Angel Investor itu perorangan, yang mungkin sebelumnya tuh pernah sukses bangun startup atau punya banyak duit Dia invest secara perorangan, bukan institusi atau bukan bentuk VC. Jadi bedanya itu, itu uang dia sendiri atau nggak dari teman-temannya. gimana caranya VC atau private investment di startup ini punya profit bisa sampe ribuan kali lipat tapi at the same time mereka bisa rugi sampe duitnya nol, ludes tanpa sisa.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Facebook
Twitter
LinkedIn
Telegram
WhatsApp
Categories

Free Tools To Use

Instant Article

Create Articles (as quick as lightning) In less than 1 minute 100% Unique and Fresh, Guaranteed to pass Plagiarism / Copyscape Safe for Adsense Blogs or any article content

Rewrite Article

With AGP Make 3,000 Words Pillar Articles + Only 5 Minutes. Rewrite Long Articles Immediately Fresh and Unique Pass Copyscape Safe for Adsense Blog