Ekspansi Budaya Pop-Culture Membuat Korea Menjadi Negara Maju

Daftar Isi & Table Content

Ekspansi Budaya Pop-Culture Membuat Korea Menjadi Negara Maju, Kalo kamu denger kata Korea, kamu pasti ngebayangin budaya K-Pop mereka, Drama Korea, merk gadget yang sering kita pake, merek kosmetik dan skincare, atau makanan Korea yang udah populer banget di Indonesia. Korea Selatan yang kita kenal sekarang adalah negara yang maju banget, kaya akan inovasi, teknologi, dan juga industri kreatifnya. Tapi kamu tahu gak kalau Korea yang merdeka dari pendudukan Jepang di 1945 itu dulunya digolongin sebagai salah satu negara termiskin di Asia. Apalagi beberapa tahun setelah merdeka, Korea terlibat perang saudara dan bikin negaranya terpecah 2. Jadi ada Korea Utara dan Korea Selatan yang dipisahin sama 2 ideologi politik & ekonomi yang beda banget. sebuah bangsa yang selama ribuan tahun hidup bersama, etnisnya sama, bahasanya sama, budaya dan cara hidupnya juga sama, akhirnya terpecah 2 karena ideologi politik & ekonomi sampai-sampai bikin kondisi negaranya jadi beda banget setelah puluhan tahun.

Ekspansi Budaya Pop-Culture Membuat Korea Menjadi Negara Maju

Ekspansi Budaya Pop-Culture (Kpop) Membuat Korea Menjadi Negara Maju

Faktor Utama Yang Membuat Korea Selatan Menjadi Negara Maju Di Era Modern

Kalo ngomongin soal ekonomi Korea, mau gak mau saya harus kasih gambaran dulu sedikit soal situasi politik dan juga kenegaraannya di awal periode kemerdekaan mereka. Jadi setelah merdeka, Korea ngadepin banyak banget cobaan berat. yang paling berasa tentu aja perang saudara yang bikin bangsa Korea terpecah jadi 2 negara Korea Utara dan juga Korea Selatan di tahun 1950-1953. Singkat cerita, perang Korea ini mengakibatkan bangsa Korea terpecah karena ideologi politik-ekonomi yang beda. Korea Utara akhirnya dipimpin sama keluarga Kim yang nerapin ideologi komunis dan didukung sama sesama negara komunis lain di blok timur kayak China dan juga Uni Soviet. Sementara Korea Selatan yang dipimpin oleh Syng-man Rhee ini didukung sama blok barat kayak Amerika, Inggris, dll.

Sekarang kita bisa lihat gimana sih sebuah ideologi politik-ekonomi, bisa bikin sebuah bangsa jadi kontras banget dari berbagai sisi. Dari sisi ekonomi, kita di era modern bisa ngeliat gitu ya pertumbuhan GDP Korea Selatan yang jauh melampaui saudaranya di Utara. Dari sisi budaya dan gaya hidup, tentu kita juga bisa ngeliat nih, gimana sih jomplangnya modernitas di Korea Selatan kalo misalnya dibandingin sama masyarakat Korea Utara yang keliatan masih kental banget corak tradisionalnya. Dan kalo kita lihat foto satelit dari kedua negara ini, kamu bisa lihat gimana sih kontrasnya kehidupan 2 negara serumpun ini di malam hari. Penerangan di Korea Selatan tersebar ke seluruh pelosok negeri. Sementara di utara, area yang keliatan dari satelit cuma Pyongyang aja, atau ibukota negara Korea Utara.

Tapi kalian percaya gak kalo Korea Selatan yang bersinar ini ngawalin perkembangannya dengan kondisi yang sangat menyedihkan? Karena dalam perang saudara Korea Selatan hampir selalu terdesak dan juga ngalamin kekalahan beruntun. Belum lagi secara geografis, Korsel dirugiin juga karena berbatasan langsung sama 2 negara yang bikin mereka menderita selama puluhan tahun. Dari sisi politik, Korea Selatan juga ngalamin ketidakstabilan politik ekstrim bahkan setelah perang Korea berakhir, pemerintah Korea Selatan terus melakukan represi politik kepada pihak oposisi pemerintah. Sampai akhirnya, terjadi kudeta militer di tahun 1961, di mana tentara Korsel ngerebut kekuasaan dari pemerintahan Korea Terlepas dari segala kontroversi politiknya, gerakan ekonomi Korsel yang signifikan baru dimulai di tahun 1961 setelah Park Chun-hee selsaya pemimpin baru mulai langkah pertamanya buat ngebangun perekonomian Korsel.

4 Faktor Yang Berperan Signifikan Dalam Kemajuan Korea Selatan
  • Pemanfaatan Alokasi Bantuan Dan Juga Pinjaman Luar Negeri

Yang pertama itu adalah pemanfaatan alokasi bantuan dan juga pinjaman luar negeri. Korea Selatan yang secara geografis lemah dan gak mewarisi industri manufaktur besar kayak Korut ya bisa dibilang gak punya banyak pilihan lain selain manfaatin bantuan pinjaman dari negara sekutu kayak Amerika dan juga biaya ganti rugi dari Jepang yang udah ngejajah mereka selama perang dunia 2. Di sisi lain, Korea Selatan juga dapetin kompensasi besar dari keikutsertaan tentara mereka buat ngebantu Amerika saat perang Vietnam. Dari sinilah Korea Selatan punya modal buat ngebangun negaranya.

  • Gerakan Pembangunan Desa Yang Disebut Dengan Saemaul Undong

Faktor yang kedua. Faktor yang kedua itu adalah gerakan pembangunan desa yang disebut dengan Saemaul Undong atau “Gerakan Komunitas Baru” yang dimulai di tahun 1970an. Jadi program ini adalah gerakan nasional yang besar banget dari pemerintah yang tujuannya buat ngurangin ketimpangan infrastruktur dan juga ekonomi gitu di berbagai daerah pelosok dan juga pedesaan Korea. Di tahap pertama di tahun 1971-1973, tiap desa dikasih bantuan material bangunan, kayak ratusan sak semen Terus 1 ton batang baja, dan mereka dibebasin buat ngelolanya sesuai kebutuhan infrastruktur masing-masing desa. Desa-desa yang nerima sumbangan semen dan besi akhirnya berkembang pesat banget. Menurut laporan Asian Development Bank, gerakan “Saemaul Undong” ngelebarin 9.600-an km jalan yang udah ada sebelumnya, terus ngebangun 21.600-an km jalan di pedesaan, ngamanin 19.600-an km sungai, ngebangun 22.100-an gudang dan lumbung, dan juga ngeganti genteng 2.400.000 rumah. Uniknya gerakan pembangunan ini sifatnya terdesentralisasi. Artinya, pemerintah tidak banyak ikut campur dalam arah pembangunan. Semua daerah diberikan otonomi dan juga kebebasan sendiri-sendiri, karena ya mereka dianggap lebih mampu gitu buat memahami kebutuhan daerahnya. sampai akhirnya infrastruktur terhubung secara alami satu sama lain dari desa ke desa.

Lanjut ke tahap kedua yang berlangsung di tahun 1974-1976 yang fokusnya buat ekspansi sektor pertanian dan juga ketahanan pangan. Hasilnya apa? Produksi sawah-sawah di Korea Selatan ningkat dari 3.34 ton ke 4.94 ton per hektarnya. Selain pertanian, industri kerajinan sederhana juga akhirnya berkembang pesat di berbagai desa. Dan lanjut lagi ke tahap ketiga di tahun 1977-1979 ini berfokus buat ngubah desa jadi kota industri. Di periode inilah, Korea yang tadinya cuma bergantung gitu ya sama aspek pertanian akhirnya mulai bertransformasi jadi negara industri.

Di tahun 1979, ada 492 pabrik kecil di berbagai pelosok yang diakui kualitasnya sama pemerintah dan akhirnya dibantu buat ekspansi lebih jauh jadi komoditas ekspor yang ngehasilin 494 juta dolar Amerika. Hasilnya di tahun 1979, puluhan ribu kilometer jalan dibangun, jutaan rumah ngalamin perbaikan, lumbung pertanian buat ketahanan pangan juga dibangun di berbagai daerah. Produksi pertanian ningkat hampir 48% dan pabrik-pabrik kecil nyumbang nilai ekspor sebesar USD 494 juta Kamu bisa liat, laporan dari Asian Development Bank di butir 5, gerakan Saemaul Undong ternyata secara ga langsung berdampak signifikan buat sektor human capital atau kualitas sumber daya manusia Korea di berbagai daerah. Masyarakat tradisional Korea di berbagai pelosok akhirnya dapetin banyak pendidikan, keterampilan, keahlian, dan juga modernisasi pengetahuan masyarakat desa di berbagai pelosok Korea. Peningkatan kualitas SDM di berbagai pelosok inilah yang akhirnya jadi aset besar Korea buat ngebangun ekonomi modernnya yang dijuluki the Miracle on Han River atau Keajaiban di Sungai Han.

  • Dukungan Pemerintah Buat Para Pengusaha

Faktor ketiga, yaitu dukungan pemerintah buat para pengusaha. Buat kamu yang suka nonton drama Korea mungkin kamu gak asing gitu sama istilah chaebol itu kayak konglomerat atau keluarga super kaya gitu di Korea. Ternyata chaebol bukan cerita fiksi di drama Korea saja, tapi emang beneran bagian bagian penting dalam sejarah perkembangan Ekonomi di Korea Selatan. Selain gerakan Saemaul Undong yang sukses banget di berbagai daerah, ternyata pemerintah Korsel di era Park Chung Hee ngasih kesempatan gitu juga dukungan buat para keluarga pengusaha kawakan Korea yang sekarang kita kenal sama istilah chaebol.

Di sisi lain para chaebol ini juga janji buat pasama semua arahan pemerintah dan juga bersinergi dengan gerakan Saemaul Undong di berbagai daerah. Para keluarga pengusaha chaebol ini dapetin bantuan finansial dan juga peraturan monopoli dagang dari pemerintah. Kamu perlu tau juga nih, kalau pemerintah ga ikut campur terlalu jauh dalam aktivitas bisnis para keluarga pengusaha ini. Akhirnya para pengusaha chaebol ini dapetin kebebasan dalam berstrategi bisnis supaya dapetin keuntungan, tapi tetap menghormati peran pemerintah sebagai pengawas sekaligus penasehat arah bisnis mereka. Dengan kualitas SDM yang terus meningkat seiring dengan gerakan saemaul undong, para pengusaha chaebol ini juga dapetin tenaga kerja berkualitas dari negaranya sendiri yang akhirnya jadi tenaga ahli dan juga arsitek dari lahirnya industri raksasa Korea berkelas dunia.

Samsung dan LG di industri elektronik Hyundai dan Kia di industri otomotif, Doosan group di industri alat berat dan juga konstruksi, sampai SK di industri kimia, bahan bakar energi, dan juga telekomunikasi.

  • Gencarnya Ekspansi Budaya Pop-Culture Korea Di Seluruh Dunia

Faktor keempat yang sekarang banyak kita rasain gitu, yaitu gencarnya ekspansi budaya pop-culture korea di seluruh dunia. Dalam 20 tahun terakhir, dunia industri ekonomi kreatif Korea berkembang pesat banget.

Mulai dari dunia entertainmennya kayak drama, boyband atau girlband, manhwa, sampai industri game. Budaya pop Korea kayak pariwisata, minat belajar bahasa Korea, sampai industri kulinernya juga makin diminatin gitu sama masyarakat dunia dan jadi sumber kekuatan ekonomi baru di Korea yang dijuluki sebagai Korean Wave. Di laporan Korea Foundation di tahun 2018 tercatat nih, kalo penggemar Korean Pop Culture di seluruh dunia mencapai 89 juta orang. Jumlah ini bahkan udah jauh melampaui jumlah penduduk Korea Selatan yang cuma berjumlah 52 juta jiwa aja. Itulah keempat faktor yang menurut ngomu jadi katalis dari pesatnya pertumbuhan ekonomi Korea sampe-sampe berpotensi besar nyalip GDP Jepang.

Dalam beberapa tahun terakhir, Korea terus nempatin ranking teratas di dunia dalam indikator-indikator kesejahteraan. dan bahkan sempat jadi salah satu negara dengan tingkat harapan hidup tertinggi di dunia. Hal ini kontras banget dari saudara serumpun mereka di Korea Utara yang bahkan sempat ngalamin bencana kelaparan hebat di tahun 1990an akibat musim paceklik dan juga proses distribusi pangan yang tidak efisien dari pemerintah pusat. Dari sini kita bisa ngeliat ironi gimana sih sebuah bangsa yang tadinya hidup bersama selama ribuan tahun Akhirnya ngalamin nasib yang beda banget cuma karena penerapan kebijakan ekonomi yang berbeda. Tapi tentu aja, Korea Selatan sendiri bukan negara yang sempurna.

Ada banyak potensi masalah yang sekarang mulai kelihatan, misalnya dari dari dominasi keluarga chaebol yang dikhawatirin bakal matiin ruang gerak inovasi dari industri UMKM di Korea, dan akhirnya bakal nimbulin tren pertumbuhan kesenjangan ekonomi di masyarakat Korea Di sisi lain, kebergantungan ekonomi korea terhadap segelintir keluarga pengusaha juga dinilai jadi titik lemah dari perekonomian negara.

Misalnya aja ketika terjadi krisis finansial Asia di tahun 1997, Pemerintah Korsel terpaksa gitu ngabisin hampir USD 60 miliar buat nolong perusahaan Chaebol dari kebangkrutan supaya ya ga ngancam perekonomian satu negara. Kebergantungan pemerintah sama sekolompok keluarga pengusaha tentu aja jadi PR besar bagi pemerintah Korea Selatan di masa depan. Meski begitu, kemajuan ekonomi yang diraih Korea Selatan adalah hal yang luar biasa banget buat kita pelajari. Di masa depan, ya bukan ga mungkin Korea Selatan bakal bersanding sama China buat jadi saingan baru Amerika di kancah internasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Facebook
Twitter
LinkedIn
Telegram
WhatsApp
Categories

Free Tools To Use

Instant Article

Create Articles (as quick as lightning) In less than 1 minute 100% Unique and Fresh, Guaranteed to pass Plagiarism / Copyscape Safe for Adsense Blogs or any article content

Rewrite Article

With AGP Make 3,000 Words Pillar Articles + Only 5 Minutes. Rewrite Long Articles Immediately Fresh and Unique Pass Copyscape Safe for Adsense Blog