Apakah Kalian Bisa Membayangkan Uang Masa Depan : Bitcoin – NFT – Dollar

Daftar Isi & Table Content

Uang Masa Depan : Bitcoin – NFT – Dollar

Setiap 100 tahun sekali selalu ada perubahan sistem finansial. Banyak orang mengatakannya dengan sebutan New World order. Orang yang hidup di tahun 1900-an nggak akan menyangka pada 1944, dollar akan menjadi mata uang dunia. Orang yang hidup di tahun 1960 an nggak akan menyangka pada 1970, Amerika akan melepas standart emas.
Pertanyaannya, seperti apakah uang masa depan. Akan balik ke emas lagi? Ganti Fiat baru dengan baju baru? Ganti dengan Bitcoin, crypto, atau bahkan NFT? Semua kejadian di dunia ini berjalan dengan sistem cycle. Ada yang namanya big cycle. New World order.
Tahun 1933, pemerintah Amerika melarang rakyatnya untuk memiliki emas. Semua emas harus dikembalikan dan ditukar dengan dolar. Di tahun 1944, Amerika menjadi negara dengan Reserve emas terbesar di dunia. Di tahun 1971, presiden Richard Nixon menyatakan dollar tidak lagi bisa ditukar dengan emas. Fast forward tahun 2020-an pemerintah China melarang rakyatnya menggunakan Bitcoin. Di Tahun 2022, miner terbesar kedua di dunia ada di China. Jadi timbul banyak pertanyaan sekarang. Kalau dilarang, siapa yang nambang Bitcoin?
Secara singkat, dollar pasti runtuh. Mengapa runtuh? Fakta sejarah membuktikan, enggak ada mata uang Fiat yang bisa bertahan. Poundsterling memang adalah mata uang tertua yang digunakan sejak 325 tahun yang lalu. Tapi nilainya sudah merosot hampir 100%. Berdasarkan data, consumer price index di Inggris telah meningkat 2.493 persen sejak 1913. Dari 775 mata uang Fiat yang telah diteliti, 20% gagal karena hiperinflasi, 21 persen gagal karena perang, dan 24 persen harus direform melalui kebijakan moneter. Saat ini, waktu video ini dibuat. Ada 180 mata uang Fiat di seluruh dunia. Dan semuanya bergantung pada Satu Reserve currency, yaitu dollar. The mother of All fiat. Fiat adalah mata uang. Bukan uang. Fiat adalah mata uang yang tidak di backup Oleh emas ataupun perak. Tapi berdasarkan rasa percaya. Karena pemerintah mengatakan ini berharga dan dijadikan sebagai alat tukar.


Ada tiga jenis uang berdasarkan backupnya. Yang pertama, physical money. Yaitu uang beneran, seperti emas atau perak. Bentuknya benar-benar emas dan perak. Yang kedua adalah paper money. Ini adalah uang kertas yang di-backup oleh aset beneran di treasuries. Biasanya di-backup Oleh emas dan perak. Nah, di era paper money. Sistem kredit dan perbankan diperkenalkan. Bank bisa meminjamkan uang Kertasnya untuk mendapatkan bunga. Paper money juga berarti surat utang. Juga berarti dalam tanda kutip nih, dalam tanda kutip sertifikat bahwa kita punya physical money di suatu bank dengan senilai itu. Yang ketiga, Fiat money. Yang ini bukan uang. Karena enggak di-backup oleh apapun. Ketika Bank terlalu banyak meminjamkan uangnya dan ada orang yang mau mengambil kembali emasnya secara bersamaan.
Bank ngga akan bisa mengembalikan. Dan akan terjadi bank run. Ini pernah terjadi di tahun 1931. Ketika Bank of England defall atau bangkrut. Juga pernah terjadi di 1971. Ketika Federal Reserve Of Amerika kehabisan cadangan emas. Kemudian gimana solusinya? Mereka melepas standart emas. Dan punya solusi kreatif untuk mengembalikan dana orang. Yaitu dengan mencetak lebih banyak uang. Caranya dengan memberikan kepercayaan semu dan menaikkan suku bunga. Jadi, alih-alih menarik uangnya. Orang-orang, masyarakat menyimpannya di bank dengan bunga. Makanya Fiat kita sebut dengan mata uang, bukan uang. Dalam bahasa Inggrisnya adalah Currency not money. Ketiga jenis uang ini juga berlaku sistem Cycle di tatanan dunia baru. Ketika mata uang Fiat tatanan dunia lama runtuh. Maka uang beneran, emas, atau sesuatu yang berharga akan digunakan hingga ada paper money baru yang di-backup oleh aset yang diterbitkan oleh tatanan dunia baru. Kemudian New World order atau tatanan dunia baru membangun ekonominya, membayar peralatan perang, membayar operasional pemerintahannya, dan tiba-tiba mereka jadi membutuhkan banyak uang.
Maka dari itu, ada solusi kreatif lagi. Mereka menerbitkan mata uang Fiat yang enggak di-backup oleh apapun, menjaga kepercayaan, menjaga nilainya, hingga akhirnya runtuh dengan sendirinya. Nah, pola ini akan berulang lagi dan berulang lagi. Hanya aja beda generasi, beda karakter, beda teknologi, beda penguasa. Tapi skenarionya tetap sama. Skrip-nya tetap sama. Seperti sebuah film yang di-remake dari generasi ke generasi. Jadi buat kita, penting untuk tahu bahwa panggung sandiwara dunia ini seperti apa. Dan gimana kita bisa prepare. Fiat adalah sistem ekonomi yang pasti gagal dalam cycle. Sejarah telah membuktikannya. Misalnya seperti Jerman pada 1920 yang melepas mata uangnya Papiermarks dari standar emas. Weimar Republic mengubahnya menjadi Fiat untuk membiayai perang. Sayangnya, Jerman yang waktu itu bernama weimar Republic kalah perang dan enggak bisa membayar hutang perangnya. Inflasi berubah menjadi hiperinflasi. Mata uang Weimar Republic nilainya Drop luar biasa. Bahkan satu buah roti yang pada akhir 1922 berharga 160 Mark menjadi 200 miliar Marks di tahun 1923. Dan di tahun 1921, 1 dollar berharga 4,2 triliun Marks. Kekayaan rakyat biasa, lenyap dalam sekejap. Bayangkan kalau teman-teman hidup di tahun 1923 dan punya tabungan dalam bentuk pepiermarks. Di tahun 1923, rakyat membutuhkan uang yang di-backup oleh aset beneran.
Karena ekonomi harus berjalan. Saat itu diterbitkan notgeld. Notgeld adalah uang yang diterbitkan oleh bank lokal. Alih-alih oleh bank sentral. Karena Bank sentralnya sendiri udah kolaps. Basicly, ini adalah uang yang di-Backup oleh janji dari merchant. Janji dari toko istilahnya. Bahwa kertas ini, uang ini bisa ditukar satu banding satu dengan benda tertentu. Nah, ada banyak jenis notgeld. Ada yang di backup Oleh emas, gas metana, biji-bijian, bahkan lemak babi. Ada juga yang di-backup oleh aset properti berupa tanah. Eh, boleh dibilang juga ya. Ini adalah NFT zaman kuno.
Notgeld kalau menurut saya adalah bentuk people money pertama di zaman modern. Bedanya mungkin kalau dulu dengan kertas. Sekarang bisa dilakukan melalui Blockchain. Pada 28 Februari 1933, weimar Republic tumbang. Dan kekuasaannya diambil alih oleh nazi sebagai partai berkuasa. Nah, gimana dengan uang masa depan? Uang setelah Dollar itu bentuknya apa? Nah, mungkin ada tiga kemungkinan uang masa depan. Yang pertama, kembali ke emas. Tapi kembali ke emas ini akan menimbulkan dampak revolusi yang sangat parah. Karena enggak ada cukup emas untuk membayar Banyak orang. Enggak ada cukup emas untuk menjalankan pemerintahan. Kembali ke emas sepertinya Utopia. Sepertinya indah. Tapi kembali ke emas akan menimbulkan revolusi berdarah. Karena 90% orang enggak punya aset dalam bentuk emas.
Tapi dalam bentuk kertas. Bahkan negara juga enggak punya cadangan emas yang cukup untuk mengoperasionalkan seluruh wilayah dan membayar semua orang. Ketika orang lapar, keluarganya perlu makanan tapi enggak ada emas. Maka tahu sendiri apa yang akan dilakukan oleh orang. Temen-temen inget? Everything works in cycle. Yang kedua, diganti mata uang yang lain. Misalnya china Yuan. Mengapa Cina? Pernah saya bahas sekilas di video tentang New World order. Yang ini. Bukan nggak mungkin juga akan ada uang yang di-backup oleh reserve gabungan dari emas, silver, dan bahkan Bitcoin. Mengganti mata uang tatanan dunia lama dengan mata uang tatanan dunia baru. Kadang-kadang diperlukan aksi militer ke sebuah negara untuk paksa negara atau wilayah manapun menerima uang negara tertentu sebagai Reserve currency. Cara ini cukup efektif. Dengan syarat gak ada negara lain yang cukup Kuat atau bahkan lebih kuat dari segi militer penguasa tatanan dunia lama. Mungkin lain kali akan saya bahas dalam satu video. Fiat dan perang. Yang ketiga diganti oleh Bitcoin. Bitcoin beda dengan Crypto. Karena Bitcoin diciptakan atas dasar ideologi yang ingin membebaskan manusia dari jerat mata uang Fiat. Mereka yang hold, mereka yang punya Bitcoin percaya dengan ideologi itu. Mereka percaya big cycle. Mereka percaya big scale New World order sudah dekat.
Dan mereka harus pilih dalam tanda kutip jagonya. Bitcoin diciptakan untuk melepaskan diri dari Fiat. Sementara crypto diciptakan untuk make more money, make more fiat for-profit. Baik Bitcoin dan Crypto punya masa depannya sendiri-sendiri. Meski dilandasi oleh dasar ideologi yang jauh berbeda. Bitcoin dan crypto punya peran yang beda di masa depan. Crypto sebagai Unbanking system melepaskan diri dari sistem perbankan, dari sistem organisasi tersentral. Yang kemudian punya mimpi untuk mengalihkan kekuasaan dari para elit ke komunitas. Katanya. Nah, sementara Bitcoin sebagai Store of value, sebagai hard money. Nah, temen-temen harus tahu tentang dua jenis uang berdasarkan caranya diproduksi. Yaitu hard money dan easy money. Emas adalah hard money. Karena emas susah untuk ditambang dan perlu Resource yang sangat besar untuk mengambil emas dari perut bumi.
Bitcoin juga hard money. Karena perlu ditambang dan perlu Resource yang besar karena sistem proof of work-nya. Dan menambang Bitcoin jauh lebih bersih dan ramah lingkungan daripada menambang emas. Untuk hal ini kita nggak perlu data. Mata orang bodoh aja bisa lihat. Sementara Easy money itu adalah uang Fiat. Dibilang Easy karena mudah diproduksi, yaitu dicetak. Easy money lainnya adalah crypto pada umumnya. Mudah didapat karena proof of Stake dan ada airdrop, yield, dan lain-lain. Baik Fiat dan Crypto punya sistem yang sama. Bedanya yang satu dengan mesin cetak. Yang satu dicetak dengan Blockchain. Meski Ada token tertentu yang punya maksimal supply, kita bisa dengan mudah buat token baru di blockchain manapun. Jadi mungkin kurang tepat kalau crypto dikatakan sebagai money atau uang. Saya lebih setuju crypto dikatakan sebagai aset. Tentang crypto, ada 13 sektor crypto. Teman-teman bisa nonton di video yang ini. Jadi kesimpulanya apa nih? Apakah Bitcoin adalah uang yang berikutnya? Terus terang, kita nggak bisa jawab. Karena kita bukan dukun. Karena faktornya ada banyak. Mulai dari isu politik dan masih banyak lagi. Tapi apakah Bitcoin adalah Store of value? Jawabannya, yes. Karenanya ini adalah hard money meski dalam bentuk digital. Apakah Bitcoin bisa dijadikan Reserve suatu negara? Jawabannya, yes.
Karena sudah ada beberapa negara yang buat Bitcoin jadi Reserve nya. Apakah Bitcoin adalah uang masa depan? Jawabannya, bisa ya dan bisa tidak. Karena fiat nggak sepenuhnya buruk. Bahkan Fiat punya banyak kelebihan. Asal kita tahu strategi menghindari kelemahan Fiat, tahu cyclenya, dan pemimpin kita tahu gimana caranya memanfaatkan untuk kebaikan banyak orang. Masalahnya, ketika pemimpin salah strategi. Rakyat biasalah korbannya. Karena mata uang Fiat itu seperti energi nuklir dalam sistem finansial. You can go Boom or bust. Bahkan ketika negara sedang dalam emergency seperti di pandemi kapan hari. Negara bisa dengan mudah mencetak uang untuk beli vaksin, untuk perbaiki ekonomi misalnya, dan masih banyak lagi. Meskipun tetap ada efek samping yaitu adalah inflasi atau hyper inflasi.

One Response

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Facebook
Twitter
LinkedIn
Telegram
WhatsApp
Categories

Free Tools To Use

Instant Article

Create Articles (as quick as lightning) In less than 1 minute 100% Unique and Fresh, Guaranteed to pass Plagiarism / Copyscape Safe for Adsense Blogs or any article content

Rewrite Article

With AGP Make 3,000 Words Pillar Articles + Only 5 Minutes. Rewrite Long Articles Immediately Fresh and Unique Pass Copyscape Safe for Adsense Blog