Apakah Bitcoin Dapat Bertahan Sebagai Aset Pilihan?

Daftar Isi & Table Content

Apakah Bitcoin Dapat Bertahan Sebagai Aset Pilihan? Mengapa Bitcoin Dapat punya Skor? Selama ini, kita senantiasa memperhatikan harga Bitcoin naik-turun tiap harinya. Kadang, harga Bitcoin dapat melesat bak roket. Tetapi di sisi lain, harga Bitcoin juga dapat terpelanting tajam cuma dalam sedetik.

Apakah Bitcoin Dapat Bertahan Sebagai Aset Pilihan

Fluktuasi harga yakni salah satu hal yang dipantau pemberi modal dalam berinvestasi Bitcoin. Tetapi, bagi mereka yang masih skeptis, Bitcoin masih dianggap sebagai mata uang “bohongan”. Mitos lain lagi mengatakan bahwa Bitcoin tidak punya poin intrinsik. Apa betul seperti demikian?

Nah, untuk mengenal apakah Bitcoin memang benar-benar punya poin, mari mundur sedikit ke belakang untuk menelaah kesesuaian Bitcoin sebagai mata uang.

Prasyarat-Prasyarat Mata Uang Untuk Mengamati Bitcoin

Dahulu, poin mata uang konvensional senantiasa ditautkan dengan harga komoditi, terutamanya emas. Makanya, mata uang seperti poundsterling Inggris dan dolar AS dahulu tak jarang dihubungkan mengaplikasikan standar emas.

Tetapi sekarang, negara-negara sudah meninggalkan standar emas untuk menetapkan poin mata uangnya dan beralih ke mekanisme penawaran dan permintaan yang disebut sebagai kebijakan poin tukar mengambang (floating exchange rate policy).

Kecuali mekanisme permintaan dan penawaran, poin mata uang bahkan diatur oleh persyaratan-persyaratan seperti di bawah ini:

  1. Kelangkaan
  2. Dapat Dibagi-Bagi
  3. Utilitas
  4. Mudah Bermigrasi Tangan
  5. Durabilitas
  6. Tak Bisa Dipalsukan
Kenapa banyak orang percaya dengan Bitcoin?

Kebanyakan kepercayaan pada Bitcoin datang dari fakta bahwa Bitcoin tak membutuhkan kepercayaan sama sekali. Bitcoin sepenuhnya berbasis sumber-terbuka dan terdesentralisasi. Ini berarti tiap orang mempunyai jalan masuk ke semua kode sumber tiap dikala. Segala pengembang di dunia bisa memverifikasi bagaimana tepatnya sistem kerja Bitcoin. Segala transaksi dan bitcoin yang diterbitkan bisa diamati secara transparan dan waktu-kongkrit oleh siapa saja. Segala pembayaran bisa dijalankan tanpa tergantung pada pihak ketiga dan semua metode dilindungi oleh algoritma kriptografi peer-ulasan seperti yang diterapkan dalam perbankan online. Tak ada organisasi maupun individu yang bisa memegang Bitcoin, dan jaringan konsisten aman padahal tak segala pengguna bisa diandalkan.

Apakah Bitcoin sepenuhnya virtual dan tak berwujud?

Bitcoin bersifat virtual layaknya kartu kredit dan jaringan perbankan online yang kita pakai tiap hari. Bitcoin dapat diterapkan untuk pembayaran online di warung kongkrit seperti halnya mengaplikasikan uang konvensional. Bitcoin dapat juga ditukarkan dengan format materiil seperti pada koin Denarium, tapi pembayaran dengan telpon seluler umumnya konsisten lebih gampang. Saldo Bitcoin disimpan pada sebuah jaringan distribusi yang besar dan poin saldo ini tak dapat dicurangi maupun diubah oleh siapa saja. Dengan kata lain, pengguna Bitcoin mempunyai kendali eksklusif atas uang mereka dan bitcoin tak dapat sirna cuma sebab berbentuk virtual.

Dapatkah Bitcoin tumbuh menjadi jaringan pembayaran yang utama?

Jaringan Bitcoin telah dapat memproses lebih banyak transaksi tiap-tiap detik dibanding hari ini. Keadaan ini, bagaimanapun juga, belum sepenuhnya siap untuk menangani jumlah transaksi sebesar jaringan kartu kredit. Pengembangan sedang dijalankan untuk menyelesaikan keterbatasan yang ada dan semua yang diperlukan untuk itu di masa depan. Semenjak permulaan dibuat, tiap aspek dari jaringan Bitcoin berproses untuk terus tumbuh dalam hal kematangan, keoptimalan dan spesialisasi dan keadaan ini diinginkan akan terus terjadi sebagian tahun ke depan. Seiring dengan pertumbuhan trafik, kian banyak pengguna Bitcoin mengaplikasikan klien kapasitas ringan dan simpul jaringan penuh dapat menjadi layanan yang kian terspesialisasi. Untuk lebih lengkapnya, lihat halaman Skalabilitas pada Wiki.

Bisakah Bitcoin diregulasi?

Protokol Bitcoin tak bisa dimodifikasi tanpa kerjasama dari hampir keseluruhan penggunanya, yang bisa memilih perangkat lunak apa yang berkeinginan mereka pakai. Berupaya memberikan hak khusus pada otoritas lokal pada dasarnya mustahil dijalankan dalam jaringan Bitcoin global. Sebuah organisasi kaya bisa berinvestasi dalam perangkat keras penambangan untuk memegang setengah daya penghitungan dari jaringan dan menjadi cakap untuk mengeblok atau membatalkan transaksi-transaksi terkini. Tetapi, tak ada garansi bahwa mereka bisa mempertahankan kesanggupan hal yang demikian sebab memerlukan dana investasi yang berimbang dengan segala penambang di dunia.

Sedangkan demikian, konsisten mungkin untuk memegang pengaplikasian Bitcoin seperti halnya memegang instrumen keuangan lainnya. Sama seperti dolar, Bitcoin bisa diterapkan untuk beragam tujuan, sebagian diantaranya mungkin dianggap resmi maupun ilegal tergantung tata tertib yang berlaku di suatu negara. Berhubungan hal itu, Bitcoin tak berbeda dari perangkat atau sumber kekuatan lain yang mesti mencontoh undang-undang yang berbeda-beda dalam tiap-tiap negara. Bitcoin juga bisa dipersulit dengan adanya undang-undang ketat, sehingga susah untuk menetapkan berapa persen dari pengguna akan konsisten mengaplikasikan teknologi ini. Pemerintahan yang melarang Bitcoin akan mencegah bisnis dan pasar domestiknya berkembang, sehingga menggeser kesempatan penemuan ke negara lain. Tantangan bagi pembuat kebijakan, seperti yang senantiasa terjadi, yakni memaksimalkan solusi yang efisien tanpa menghalangi pertumbuhan bisnis dan pasar yang baru timbul.

Kenapa bitcoin mempunyai poin?

Bitcoin mempunyai poin sebab bermanfaat sepeti layaknya uang. Bitcoin mempunyai sifat-sifat uang (bendung lama, ringkas, dapat ditukarkan, langka, dapat dibagi, dan dapat dikenali) menurut ringkasan matematika ketimbang menurut pada format lahiriah (seperti emas dan perak) maupun kepercayaan pada pihak sentra (seperti mata uang fiat). Singkat kata, Bitcoin disokong oleh matematika. Dengan atribut-atribut ini, segala yang dibutuhkan dari uang untuk mempunyai poin tukar yakni kepercayaan dan penerimaan. Dalam kasus Bitcoin, keadaan ini dapat dievaluasi dengan pertumbuhan pengguna, penjual dan pengguna permulaan. Seperti mata uang lainnya, poin bitcoin datang cuma dari orang-orang yang berkeinginan menerimanya sebagai alat pembayaran.

Tantangan Bitcoin

Cuma biasa, Bitcoin dapat dibilang memenuhi faktor mata uang di atas. Gampang saja, konsisten ada rintangan yang dapat menghalangi Bitcoin sebagai sebuah mata uang. Apa sajakah hal hal yang demikian?

  1. Status Bitcoin Sebagai Alat Penyimpan Kekayaan Tetapi Goyah

Bagi uang fiat, nilainya sebagai alat penyimpan kekayaan timbul sebab dia dapat diterapkan untuk alat tukar menukar. Tetapi, Bitcoin masih belum dapat menempuh tahap seperti demikian. Nilai Bitcoin tak dapat diterapkan sebagai alat tukar, karenanya Bitcoin tak punya poin intrinsik dan tak akan menarik sebagai alat penyimpan kekayaan.

  1. Bitcoin Tak “Dijaga” oleh Komoditas

Seperti mata uang fiat, poin Bitcoin tak disangga oleh komoditi lahiriah seperti logam emas. Mekanisme permintaan dan penawaran uang fiat boleh saja dibatasi oleh bank sentral. Tetapi, tak demikian halnya dengan Bitcoin.

Karenanya dikala ini, belum ada otoritas tertentu yang berani intervensi saat ada mekanisme permintaan dan penawaran Bitcoin yang “tak sehat”.  dari itu, bukan tak mungkin seandainya harga Bitcoin dapat menuju ke arah bubble seandainya permintaannya tidak terkendali.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Facebook
Twitter
LinkedIn
Telegram
WhatsApp
Categories

Free Tools To Use

Instant Article

Create Articles (as quick as lightning) In less than 1 minute 100% Unique and Fresh, Guaranteed to pass Plagiarism / Copyscape Safe for Adsense Blogs or any article content

Rewrite Article

With AGP Make 3,000 Words Pillar Articles + Only 5 Minutes. Rewrite Long Articles Immediately Fresh and Unique Pass Copyscape Safe for Adsense Blog