Apa Yang Terjadi Di 2022 Bitcoin Hancur Ekonomi Inflasi

Daftar Isi & Table Content

Apa Yang Terjadi Di 2022 Bitcoin Hancur Ekonomi Inflasi, Tanggal 6 Januari 2022, Bitcoin dan koin-koin lain Crash hingga ke angka 42 ribuan. mengapa ya? Kok tiba-tiba dan apa yang harus kita lakukan? kira-kira sampai kapan?

  1. Mengapa Bitcoin Crash di awal Tahun 2022 ini

Pertama, Mengapa Bitcoin Crash di awal Tahun 2022 ini? Karena adanya kerusuhan di Kazakstan. mengapa bisa ada kerusuhan? Karena pemerintahan Kazakstan menaikkan harga bahan bakar dengan mendadak. Dan menyesuaikannya dengan harga market. Jadi dalam semalam, harga BBM di Kazakstan naik dua kali lipat. Yang menyebabkan protes di berbagai tempat. Akhirnya puluhan orang terbunuh dalam protes besar-besaran itu. apa hubungannya antara Kazakstan dan Bitcoin? Ada hubungannya. Karena Kazakstan adalah industri Bitcoin mining terbesar kedua di dunia. Dan internet Kazakstan lagi byar pet karena di shutdown.

Meskipun mining bitcoin ada di belahan dunia yang lain. tetapi ini berpengaruh cukup besar. Utamanya antrian transaksi. tidak hanya bitcoin saja. tetapi beberapa sumber juga mengatakan beberapa koin lain juga di minig di sana.

Apa Yang Terjadi Di 2022 Bitcoin Hancur Ekonomi Inflasi
  1. Reaksi market dari kebijakan moneter Federal Reserve

Yang Kedua, karena adanya reaksi market dari kebijakan moneter Federal Reserve. Yang ternyata, Jerome Powell chairman-nya dianggap sebagai seorang hawkish. Apa itu hawkish? Itu adalah sebuah istilah Finansial di Amerika untuk seseorang yang kebijakan moneternya menjaga inflasi seminim mungkin. Lawannya adalah doves. Mereka yang kebijakan moneternya lebih memilih pertumbuhan. Termasuk diantaranya mendukung bunga murah. Jadi berdasarkan meeting yang terakhir, FED akan mempercepat proses Tappering hingga Maret 2022. Dan kemudian langsung akan diikuti dengan kenaikan suku bunga.

Karena kebijakan inilah, akhirnya Para investor institusi utamanya. Lebih memilih obligasi yang lebih rendah risiko dengan imbal hasil yang lebih tinggi. Ketimbang aset yang lebih high risk. seperti saham perusahaan teknologi ataupun aset crypto, utamanya Bitcoin. Akhirnya Saham-saham perusahaan teknologi pun berguguran. Dan harga Bitcoin flash Crash hingga ke level 42.000 an. Yang kemudian diikuti dengan Crash koin-koin lain.

Jerome Powell sendiri masih akan menjabat sebagai chairman di FED hingga tahun 2026. Kalau Joe Biden memilihnya kembali untuk periode kedua. Jabatan periode pertamanya Sendiri berakhir di bulan Februari 2022. Kalau beneran terpilih , Dan kebijakan moneternya yang hawkish. Ya mungkin sideway atau bear-nya bisa masih agak lama menurut saya. Yang perlu dicatat. Ini adalah reaksi spontan dari market.

Tappering itu sebenernya baik untuk ekonomi dalam jangka panjang. Justru tappering itu diadakan agar kita tidak sampai mengalami hiperinflasi.

  1. Evergrande disuruh untuk merubuhkan 39 bangunan

Yang ketiga, juga ada berita tentang Evergrande Saga yang belum selesai. Berita terbaru dari Evergrande. Evergrande disuruh untuk merubuhkan 39 bangunan yang udah jadi di hainan karena ada pelanggaran izin. Tepatnya 39 bangunan ini ada di atas pulau buatan berbentuk bunga. Dan Saham Evergrande pun terpaksa harus ditangguhkan sementara perdagangannya di Hong Kong stok exchange. Tidak hanya Evergrande kali ini. tetapi juga ada Shimao grup. Yang sekarang ikut gagal bayar. Masalahnya, GDP cina sangat bergantung pada sektor real estate ini. Dan kini Bubble pun pecah.

  1. Dunia dibayangi dengan krisis energi yang memengaruhi supply chain Global

Dan yang keempat, dunia dibayangi dengan krisis energi yang memengaruhi supply chain Global. Ditambah sekarang Indonesia memperlakukan banned ekspor batu bara. Karena Indonesia mendahulukan supply dalam negeri dahulu. Dan di 2021 saja. Jepang, Korea Selatan, dan Cina menerima 73 persen batu bara yang diekspor dari Indonesia. Tidak ada hubungannya dengan Bitcoin secara langsung. tetapi saat ini investor mengurangi porsinya di aset-aset yang beresiko lebih tinggi karena kondisi market yang gak pasti. Jadi, next apa yang harus kita lakukan? Tentu saja teman-teman harus stop bingung.

Tahun lalu waktu Amerika cetak uang terus dikala pandemi untuk Push ekonomi orang pada panik. Sekarang tidak lagi cetak uang, kebijakan ekonomi diperketat agar tidak terjadi inflasi. Orang-orang juga pada panik. jadi Kalau menurut saya. Daripada menjadi reaktif, lebih baik kita jadi proaktif. Mulai berpikir sendiri, menganalisa sendiri, geter informasi sendiri. Sampai akhirnya kita punya keputusan sendiri yang tidak ditentukan oleh market. memang anti-mainstream.

Kalau ada salah atau tambahan jangan Lupa untuk Meninggalkan komentar. salam waras

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Facebook
Twitter
LinkedIn
Telegram
WhatsApp
Categories

Free Tools To Use

Instant Article

Create Articles (as quick as lightning) In less than 1 minute 100% Unique and Fresh, Guaranteed to pass Plagiarism / Copyscape Safe for Adsense Blogs or any article content

Rewrite Article

With AGP Make 3,000 Words Pillar Articles + Only 5 Minutes. Rewrite Long Articles Immediately Fresh and Unique Pass Copyscape Safe for Adsense Blog