Apa Itu Super App kenapa Startup berlomba untuk Menjadi Super app

Daftar Isi & Table Content

Kenapa Banyak Startup Berlomba Jadi Super App?

Berapa banyak aplikasi yang kamu tahu? Mereka ini disebut sebagai super app. Kenapa super? Karena praktis, ringkas, dan jasa yang ditawarkan komplit. Mau belanja sambil bayar tagihan? Lalu pesan makanan dan top-up saldo dompet digital sekaligus? Semuanya bisa! Kehadirannya sudah membuat keseharian manusia semakin efisien dan mudah. Super app memang kedengarannya seperti superhero, tapi apa iya sebagus itu? Istilah super app pertama kali terdengar pada 2011, saat perusahaan Tencent asal RRC membuat aplikasi WeChat.

sumber : https://batambisnis.com/

Sebuah aplikasi percakapan, yang lambat laun juga memiliki fitur transaksi, pinjaman, hingga mesin penelusur. Sejak itu, istilah super app mulai terkenal sebagai sebuah aplikasi yang dapat melakukan segalanya. Inovasi ini akhirnya ditiru berbagai perusahaan dunia. Seperti Facebook meluncurkan fitur untuk belanja. Anak perusahaannya, Whatsapp, juga sedang mengembangkan fitur perbankan puluhan industri seperti e-commerce, perbankan, ride-hailing, bahkan pariwisata pun ikut mengembangkan hal serupa. Di Indonesia sendiri, sudah ada beberapa super app di kalangan masyarakat. Mulai dari Gojek yang menawarkan jasa ride hailing dan dompet digital, lalu ada partnernya, e-commerce raksasa Tokopedia, sampai Bukalapak, Traveloka, serta puluhan aplikasi perbankan.

Sebenarnya jumlah super app yang membludak tidak lepas dari banyaknya yang minat dari masyarakat. Data dari PYMNTS, menunjukan bahwa 67% responden lebih suka jika satu aplikasi dapat memenuhi dua kebutuhan digital sekaligus. Karena hal-hal yang ribet, seperti memasang aplikasi dan membuat akun baru, dibuat menjadi sederhana jika berbagai kebutuhan terintegrasi di satu tempat saja. Bagi pengembang membuat superapp malah lebih menguntungkan lagi. Alasan utamanya adalah memudahkan pembayaran pajak dan mengurangi biaya operasional. Indikator super atau tidaknya sebuah aplikasi dilihat dari koneksi mereka dengan fasilitas finansial, dan fitur ini sangat membantu dunia perbankan yang sedang digerus arus.

Fitur dompet digital yang ditawarkan dalam aplikasi ini berintegrasi dengan bank konvensional untuk menyimpan data pelanggannya. Kenapa? Karena aplikasi yang tidak terdaftar sebagai aplikasi finansial, tapi penyimpanan data masyarakat, akan dikenakan sanksi oleh OJK atau Kementerian Keuangan. Bank konvensional pun diuntungkan dengan perputaran uang yang bertambah berkat dana pengguna dari pengembang aplikasi. Sekarang kita masuk ke keuntungan pengembang yang lebih kontroversial, yaitu pengumpulan data. Aktivitas pengguna, makanan kesukaan, hobi, serta daftar barang yang ingin dibeli, semuanya dapat diambil secara cuma-cuma oleh pengembang aplikasi. Dan data di sini sama dengan UANG. karena digunakan perusahaan sebagai patokan pemasangan iklan. Di satu sisi, memang adanya data membuat iklan lebih tepat sasaran. Namun, sadarkah bahwa data kita dapat diperjualbelikan? Bukannya menakut-nakuti. Tapi masih ingatkah kasus Facebook yang menjual jutaan data pengguna untuk komersial? Hal ini juga bisa saja terjadi pada jutaan super app lainnya. Apalagi di dalam super app terdapat riwayat transaksi, jumlah saldo, serta data finasial lainnya. Otomatis, super app menjadi makanan favorit peretas, dan tentunya pengembang itu sendiri.

Lalu kalau kita lihat dari sisi operasional, super app memiliki sistem yang padat karena semuanya tersentralisasi. Hal ini pastinya akan membutuhkan internet yang cepat dan gadget yang memadai. Sayangnya, belum semua pengguna aplikasi super ini dapat memenuhi dua kebutuhan tersebut. Jadi, kalau server aplikasi mengalami hambatan, tentunya akan mengganggu aktivitas sehari-hari. Apalagi jika ada kebutuhan mendadak. Terlepas dari semua itu, perlu diakui bahwa super app merupakan inovasi digital yang sangat membantu masyarakat dan perkembangan ekonomi. Bagaimana tidak, hanya dengan modal klik, scroll, dan paket data, hampir semua aktivitas harian selesai dalam sekejap.

Tak heran jika 12% atau 27 juta rakyat Amerika Serikat ingin hidup hanya dengan satu aplikasi yang terintegrasi yang mana 40% di antaranya bahkan mempercayakan super app untuk melacak informasi kesehatan pribadi mereka. Super app juga sudah masuk menjadi satu dari enam trend fintech di 2022. Jadi, meskipun banyak cerita bersliweran tentang penyalahgunaan data pengguna, rasanya sulit di zaman sekarang untuk melepaskan diri dari pemakaian super app.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Facebook
Twitter
LinkedIn
Telegram
WhatsApp
Categories

Free Tools To Use

Instant Article

Create Articles (as quick as lightning) In less than 1 minute 100% Unique and Fresh, Guaranteed to pass Plagiarism / Copyscape Safe for Adsense Blogs or any article content

Rewrite Article

With AGP Make 3,000 Words Pillar Articles + Only 5 Minutes. Rewrite Long Articles Immediately Fresh and Unique Pass Copyscape Safe for Adsense Blog